Rabu, 28 November 2012

[ Khilafah & Negara Adi Daya Baru Israel, Untuk DAJJAL ] Syaikh Imron Hussein




Negara Israel ini akan menjadi negara Adi Kuasa menggantikan USA. Jika ini tercapai, zaman keemasan Yahudi akan kembali lagi, dan mereka akan memerintah dunia. B
agaimana mereka melakukannya? Mereka membutuhkan Globalisasi untuk membawa semua manusia seragam sebagai Masyarakat Global , dan mereka perlu menghancurkan Imperium Islam Ottoman, yang menghalangi jalan mereka, dan mereka harus menghancurkan Khilafah, yang merupakan “Kepala” dari Islam. Jika bisa memenggal kepalanya, maka kamu bisa melumpuhkan tubuhnya. Maka serangan sekarang telah diluncurkan, untuk memenggal kepalanya, yaitu Khilafah.

“Apa itu Khilafah?

Khilafah adalah bentuk negara dan pemerintahan dalam Islam.
Apa itu Islam?

Definisi Islam adalah tunduk/berserah diri sepenuhnya kepada Alloh.

Apakah tunduk/berserah diri sepenuhnya kepada Alloh?

Berserah diri sepenuhnya kepada Alloh; adalah tunduk sepenuhnya kepada Alloh sebagai Al-Malik.

Dalam beberapa terjemahan dalam bahasa Inggris, Anda akan menemukan arti dari Malik adalah Maha Raja (King), tetapi dalam hal terminologi politik, Al Malik berarti adalah MAHA PENGUASA. LAHUL MULK, KEKUASAAN (Kedaulatan) adalah hanya MILIK ALLOH.

Jadi untuk tunduk/berserah diri sepenuhnya kepada Alloh dalam Islam adalah tunduk kepada Alloh sebagai SANG PENGUASA, SANG PEMILIK KEKUASAAN. Dengan tunduk kepada Penguasa selain Alloh, dengan menyatakan ada yang mempunyai kekuasaan selain Alloh, sama artinya mengucapkan “selamat tinggal” kepada Alloh.

Untuk tunduk kepada Alloh, adalah tunduk kepada Alloh sebagai Al-Akbar. Dan Alloh mengingatkan Anda bahwa Alloh adalah Al-Akbar, karena setiap kali Anda melakukan Sholat Anda tidak bisa bergerak dalam Sholat tanpa (mengatakan) “Allohu Akbar”. Al-Akbar adalah Alloh yang mempunyai WEWENANG TERTINGGI.

Maka KHILAFAH adalah NEGARA dan PEMERINTAHAN yang TUNDUK kepada KEWENANGAN ALLOH. Bagi seorang Muslim tunduk kepada yang lainnya dan mengakui bahwa wewenangnya itu adalah yang tertinggi, sama artinya mengucapkan “selamat tinggal” kepada Allohu Akbar.

Islam adalah untuk tunduk kepada Alloh sebagai Al-Hakam (Asma’ul Husna). Al-Hakam adalah PEMBERI HUKUM; yang tidak hanya memberikan hukum, tetapi HUKUM ALLOH adalah HUKUM YANG TERTINGGI. Dan ketika Alloh menetapkan sesuatu Haram, harus diberlakukan sebagai Haram !. Dan ketika Alloh menetapkan Halal sesuatu, harus diberlakukan sebagai Halal !.

Jadi siapa saja yang tunduk kepada hukum selain Hukum Alloh dan menyatakan sebagai hukum tertinggi, sama artinya mengatakan “selamat tinggal” kepada Alloh SWT sebagai Al-Hakam. DALAM TERMINOLOGI POLITIK ISLAM INI DISEBUT SYIRIK.

Ketika Fir’aun menyatakan “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi” (An Nazi’at: 24). Sama artinya Firaun mengatakan “Akulah sang penugasa, aku pemilik kekuasaan”, itu adalah Syirik !

Ketika Fir’aun menyatakan “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi” (An Nazi’at: 24). Sama artinya Firaun mengatakan “Akulah orang yang mempunyai kewenangan tertinggi” itu adalah Syirik !

Ketika Fir’aun menyatakan “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi” (An Nazi’at: 24). Sama artinya Firaun mengatakan “Hukumku adalah hukum tertinggi di tanah Mesir”, itu adalah Syirik !

Dan Alloh menghukum Fir’aun dengan hukuman yang mengerikan untuk perbuatan Syiriknya. “Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia (An Nazi’at: 25).

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS An-Nisa 48)

Khilafah, Bentuk Negara dan Sistem Pemerintahan dimana muslim bisa tunduk/berserah diri sepenuhnya kepada Alloh Subhanahuwata’ala sebagai Al-Malik, sebagai Al-Akbar, sebagai Al-Hakam.

Khilafah telah dihancurkan !

Siapa yang menghancurkan Khilafah ?

Kenapa Khilafah dihancurkan ?

Bagaimana Khilafah dihancurkan ?

Kapan Khilafah dihancurkan ?

Mereka menggantinya dengan apa ?

Dan apa tujuannya ?

Saat ini kita memang belum benar-benar menyaksikan peralihan the ruling state dari Amerika Serikat ke Israel, namun sebagaimana sebelumnya, peralihan dari Britania ke Amerika juga memerlukan beberapa waktu untuk settle (1917 - 1944), yaitu sekitar 27 tahun.

Periode terakhir sebelum kemunculan Dajjal dalam wujud manusia, yaitu seorang Yahudi Israel yang akan menjadi pemimpin Israel dan kemudian mengklaim bahwa dirinya adalah Messiah, atau al-Masih yang ditunggu-tunggu oleh bangsa Yahudi. Dalam terminologi Islam, al Masih adalah Nabi Isa a.s., dengan demikian Dajjal adalah al-Masih palsu.

Israel saat ini sedang mempersiapkan segala sesuatunya agar mereka bisa mengambil alih status the ruling state dari Amerika. Sebagaimana peralihan sebelumnya, maka Israel pun perlu terlebih dulu menenggelamkan Dollar Amerika, karena the ruling state adalah negara yg mata uangnya dijadikan standar dunia.

Ini sudah mulai kita saksikan, bahwa Dollar kian melemah dan bahkan sudah mencapai tahap terlemah sepanjang sejarah moneter ribawi ini. Penulis menyarankan agar pembaca terus mengamati kondisi dollar, dan perlu juga untuk mengikuti analisa para pakar ekonomi terkait dollar di tahun ini.

Israel akan terus mendorong Amerika, melalui kekuatan lobby-lobbynya untuk melancarkan peperangan dengan Afghanistan, Irak, Pakistan, dan pada kulminasinya nanti adalah dengan Iran. Saat ini kita sudah mulai menyaksikan drama politik antara Amerika-Israel-Iran terkait persenjataan nuklir. Sheikh Imran mengatakan bahwa peperangan yang melibatkan Iran dan Israel ini adalah peperangan yang terdahsyat yang pernah ada dalam sejarah manusia. Di sebuah hadits disebutkan, bahwa peperangan dahsyat ini akan membunuh 99 dari setiap 100 orang, artinya senjata yg digunakan dalam peperangan ini sangat - sangat mematikan. Adakah senjata yang lebih mematikan saat ini selain senjata nuklir?

Dari hadits riwayat Muslim disebutkan: Kami bertanya: “Wahai Rasulullah! Berapa lamakah ia (dajjal) akan tinggal di muka bumi ini? Nabi saw menjawab: Ia (dajjal) akan tinggal selama 40 (empat puluh) hari. Hari yang pertama seperti setahun dan hari berikutnya seperti sebulan dan hari ketiga seperti seminggu. Kemudian hari yg masih tinggal lagi (yaitu 37 hari) adalah sama seperti hari kamu yg biasa.

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa Dajjal akan hidup selama 40 hari dan periode hidup Dajjal selama 40 hari itu terdiri dari 4 tahapan yaitu:
- Hari pertama, yang seperti setahun
- Hari kedua, yang seperti sebulan
- Hari ketiga, yang seperti seminggu
- dan 37 hari sama seperti perhitungan waktu kita

Kita bisa menghitung masa periode ketiga ini, yaitu dengan formula z=y/4 = 84/4 = 21 tahun. Jika yang kita jadikan milestone peralihan kekuasaan dari Amerika ke Israel adalah tahun 2001, maka akhir dari periode ketiga ini adalah tahun 2022. Penulis menyimpulkan bahwa kisaran tahun 2022 ini Israel akan mencapai puncak kejayaannya menguasai dunia dengan munculnya seorang pemimpin dari kalangan Yahudi yang berambut keriting, yang akan mengklaim dirinya sebagai Messiah yg ditunggu-tunggu bangsa Israel. Ketika penguasa Israel ini muncul, maka Messiah palsu ini akan berkuasa selama sebulan lebih seminggu (37 hari) sebelum kemudian akan dibunuh oleh Nabi Isa a.s.

Adapun kebenaran, keakuratan, atau validitas perhitungan ini adalah diluar kemampuan penulis. Penulis selalu bersandar pada prinsip bahwa Allah Yang Maha Mengetahui, Allahua'lam, Allah Knows Best! Rasulullah meninggalkan banyak hadits seperti ini tentunya bukan tanpa makna, tapi agar kita mau menelaah, mau mengkaji, dan mau menganalisa, untuk bisa diwaspadai, dan agar kita mengambil langkah antisipatif dalam menghadapi fitnah Dajjal.

"Sungguh, sejak Allah menciptakan anak cucu Adam, tidak ada fitnah yang lebih dahsyat dari fitnah ad-Dajjal" (HR Ibnu Majah)

Kesimpulan yang penulis ambil adalah, bahwa kita hidup di hari ketiga dajjal seperti seminggu, yaitu pada periode transisi peralihan kekuasaan dari Amerika Serikat ke Israel. Peristiwa-peristiwa yang terjadi belakangan ini, terutama di daerah Timur Tengah, dengan munculnya Arab spring, dan memanasnya suhu politik Amerika-Israel-Iran, semakin menguatkan kesimpulan ini. Peperangan dahsyat yang belum pernah terjadi sebelumnya tinggal menunggu waktu saja.

Karena kita sudah hidup di zaman Dajjal, maka tidak ada jalan yang lebih selamat selain kita menguatkan akidah Islam kita, mempelajari kembali al Islam yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Dan salah satu antisipasi menghadapi fitnah ini sesuai sabda beliau adalah:

"Barang siapa menghapal 10 ayat pertama surat al Kahfi, ia terlindungi dari fitnah Dajjal" (HR Muslim)

















Senin, 26 November 2012

Valentine Dan Demokrasi Sama-sama Buatan Kafir




                      Isu demokrasi telah mendunia. Ideologi produk Barat ini (baca: orang-orang kafir) lantas dipaksakan atas negara-negara lain, termasuk pada komunitas kaum muslimin. Opini yang dihembuskan, bahwa kesengsaraan dan penderitaan rakyat suatu negara berpangkal pada hilangnya ruh demokratis di tengah mereka. Ketika suasana demokratis telah menaungi sebuah negara, maka rakyat akan hidup dalam kemakmuran yang merata (?!).

Faktanya, justru, wajah demokrasi melahirkan masalah-masalah baru yang tidak bisa dianggap sepele oleh umat Islam. Berikut ini sedikit tentang pelanggaran-pelanggaran ideologi demokrasi secara ringkas, baik ditinjau dari hukum asalnya, atau mekanisme-mekanisme penyelenggaraan negara dalam negara berdemokrasi (dimanapun) ditinjau dari sudut pandang Islam.

PELANGGARAN TERHADAP AKIDAH ISLAM
Pelanggaran dalam aspek akidah ini, lantaran ideologi demokrasi memutuskan hukum berdasarkan suara mayoritas. Apapun hasilnya, pilihan suara mayoritas itu akan diputuskan sebagai peraturan yang mengikat. Suara terbanyak dikultuskan, dan penetapan hukum-hukum hanya berada di tangan sekelompok orang saja.

Demokrasi yang bertumpu pada ketaatan pada suara mayoritas telah mengakibatkan terjadinya syirkuth-thâ'ah (menyekutukan sesuatu dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala pada aspek ketaatan dengan mutlak). Simaklah ayat berikut:

أم لهم شر كؤا شرعوا لهم من الذين ما لم يأذن به الله

"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? [asy-Syûra/42:21]

Hukum Allah itulah yang mestinya (wajib) diterapkan dalam seluruh bidang kehidupan sosial kemasyarakatan. Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala al-Khaaliq (Dzat Yang Maha Menciptakan) dan Maha Tahu apa yang paling bermanfaat dan mengandung maslahat sebesar-besarnya bagi makhluk-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahu" [Yûsuf/12:40].

MEMICU KEMUNAFIKAN
Calon-calon legislatif atau eksekutif berusaha menampilkan citra dirinya sebagai figur yang baik. Tak kurang, misalnya dalam soal nama, disematkanlah label Haji (H) dan Hajjah (Hj). Penyematan gelar-gelar seperti ini atau yang sejenisnya, seolah menjadi "wajib". Ucapan-ucapan manis dan janji-janji menarik menghiasi bibir-bibirnya. Semuanya menjanjikan perbaikan keadaan dan meningkatkan kemakmuran rakyat.

Namun, begitu usai dan berhasil menggenggam jabatan, ternyata kepentingan pribadi, partai atau golongan berbalik menjadi tujuan utamanya. Janji-janji yang pernah diucapkan hanyalah isapan jempol. Itulah sebuah kedustaan. Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar" [at-Taubah/9:119].

Juga disebutkan riwayat dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

"Tanda-tanda kemunafikan ada tiga. Jika berbicara, ia dusta. (2) Jika berjanji, ia mengingkari. (3) dan jika dipercaya, ia berkhianat" [HR al-Bukhâri, no. 32, dan Muslim, no. 89]

MENYUBURKAN BUDAYA SUAP
Politik uang tidak bisa lepas dari alam demokrasi. Misalnya dengan pembagian sembako, hadiah, atau bantuan lain. Ini dilakukan oleh calon-calon pencari kekuasaan untuk menarik simpati kalangan bawah. Apapun bentuknya, ketika materi berbicara, itulah esensi dari politik uang. Dalam terminologi fiqih sebagai risywah (suap) yang diharamkan Islam.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لَعَنَ اللهُ الرَّاشِيْ وَالْمُرْتَشِيْ

"Allah melaknat penyuap dan orang yang disuap". [HR at-Tirmidzi dan Ibnu Maajah dan dishahîhkan oleh Syaikh al-Albâni, Shahîh at-Targhib wat-Tarhib, 2/261].

PUJIAN BAGI DIRI SENDIRI
Dalam alam demokarsi, sebagian calon-calon eksekutif maupun legislatif senang memuji diri sendiri. Saat kampanye sering menyatakan sebagai pihak yang paling pantas mengemban amanah rakyat. Pujian-pujian dan sanjungan-sanjungan juga dipaksakan oleh tim suksesnya demi kemenangan calon-calonnya. Bisa disaksikan, baliho-baliho, spanduk-spanduk maupun iklan-iklan dijejali dengan ungkapan-ungkapan pujian, gambar-gambar bagaimana orang-orang yang mencalonkan diri (atau dicalonkan) berempati kepada rakyat kecil, rela berkotor-kotor keluar masuk pasar tradisional (yang sebelumnya tidak pernah dilakukan) guna mendulang simpati lebih besar. Bila mreka tidak berhak dipuji, berarti telah terjadi penipuan dan kedustaan. Jika sepertinya pantas memperoleh pujian, ini pun tidak perlu dilakukan.

Hal ini karena pada asalnya, memuji diri sendiri tidak boleh (haram). Seseorang dituntut agar rendah hati, tidak menonjolkan diri, atau membanggakan diri. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Maka, janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa". [an-Najm/53:32].

SIAPAPUN BISA TERPILIH, MESKI ORANG PALING ZHALIM DAN TERBEJAT SEKALIPUN
Proses pencapaian kursi kekuasaan dalam ideologi demokrasi melalui mekanisme kepartaian. Masing-masing partai mendelegasikan orang pilihannya. Lantas, masyarakat menentukan pilihan pada siapa saja yang mereka kehendaki, tanpa memandang baik buruknya individu tersebut. Dalam penghitungan suara, para wakil yang memperoleh suara terbanyak akan memperoleh tempat. Demikian pula, pemegang kekuasaan (eksekutif) berdasarkan suara terbanyak, bagaimanapun buruk sifat dan karakter mereka.






DEMOKRASI MEMECAH PERSATUAN UMAT
Ideologi demokrasi melahirkan pembentukan partai-partai yang sangat berpotensi menimbulkan perpecahan dan fanatisme buta terhadap golongan. Secara tidak langsung juga menumbuhkan bahaya laten konflik antar simpatisan. Bahkan untuk membela golongannya rela mempertaruhkan kematinya. Sedangkan Islam mengutamakan persatuan dan mencela perpecahan.

ADANYA UNSUR PERJUDIAN DALAM PESTA DEMOKRASI
Terjadinya persaingan dalam meraih kekuasaan, telah menginspirasikan berbagai cara ditempuh untuk memenangkan suara. Bagi yang kalah, ia akan mengalami banyak kerugian. Inilah hasil yang akan didapat pihak pecundang. Sebaliknya, pihak yang memenangkan, ia akan memperoleh keuntungan. Meskipun pada hakikatnya, semua pihak mengalami kerugian dalam pesta yang menelan anggaran, baik negara maupun individu yang sangat besar ini. Dikatakan oleh Syaikh ‘Abdul-Muhsin –hafizhahullah- realita ini mirip dengan qimâr (perjudian).

DEMOKRASI MENGAJARKAN KEBEBASAN MUTLAK
Demokrasi terbangun di atas asas kebebasan mutlak, meskipun berupa kekufuran atau kebejatan dan degradasi moral. Setiap orang bebas melontarkan atau bertindak serta meyakini apa saja, tanpa memperhatikan norma agama maupun norma sosial, etika. Dalihnya, karena semua orang bebas menentukan pilihan pribadinya tanpa intervensi orang lain.

Demikian, sebagian pelanggaran demokrasi terhadap syariat Islam. Ketika sebuah sistem berlandaskan pada pemikiran yang rusak (kekufuran), maka tak dapat terelakkan, out putnya pun tidak jauh berbeda. Yakni membuahkan hasil yang sama-sama rusak dan berakibat buruk bagi orang banyak.
Wallahul-Hadi ilâ Shirâthil-Mustaqîm.

Marâji`:
1. Al-Adlu fi Syarî’atil Islâm wa Laisa fid-Dimaqratiyyah al-Maz’umah, 'Abdul-Muhsin al-Abbâd Darut-Tauhid, Riyadh, Cetakan I, 1428 H.
2. Hukmu ad-Dimaqrathiyyah fil-Islâm, Munkarât wa Mukhalafât Syar'iyyah Tahshulu fil- Intikhabât, Dr. Hamd bin Muhammad al-Hâjiri, Cetakan I, Tahun 1427 H – 2006 M, tanpa penerbit



http://www.facebook.com/notes/majelis-tausiah-para-kyai-ustadz-indonesia/valentin-dan-demokrasi-sama-sama-buatan-kafir/10150272020478293





AL Qur`an Merubah Kehidupan [ KAJIAN ]




Berbagai kajian kontemporer membuktikan bahwa hafalan Al-Qur’an dapat menjaga seseorang dari berbagai penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan kreatifitas dan relaksasi.
Amal terbaik yang bisa dikerjakan seseorang adalah membaca Al-Qur’an, mengamalkan kandungannya, menerapkan perintah Allah, dan menjauhi larangan Allah. Selama pengalaman interaksi dengan Al-Qur’an dalam kurun waktu lebih dari dua puluh tahun, saya menemukan sebuah kepastian bahwa Al-Qur’an memiliki pengaruh yang besar terhadap kepribadian manusia.

Ketika Anda membaca sebuah bukti tentang Neuro Linguistic Programming, atau tentang seni manajemen waktu, atau seni bergaul, maka penulisnya akan mengatakan: membaca buku ini dapat mengubah hidup Anda. Artinya, kitab apapun yang dibaca seseorang itu akan memengaruhi perilaku dan kepribadiannya, karena kepribadian meurpakan hasil dari wawasan dan pengalaman seser, serta apa yang dibaca, dilihat dan didengarnya.

Sudah barang tentu buku-buku karangan manusia ini pengaruhnya terbatas. Tetapi, ketika berbicara tentang Kitab Allah yang menciptakan manusia, dimana Dia lebih mengetahui apa yang ada dalam diri manusia dan apa yang menjadikannya lebi hbaik, maka sudah barang tentu kita menemukan dalam kitab ini informasi-informasi yang dibutuhkan manusia dalam kehidupannya di dunia dan akhirat. Karena Al-Qur’an adalah cahaya, obat dan petunjuk. Di dalam kita temukan masa lalu dan masa mendatang. Allah berfirman, “Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (QS Fushshilat [41]: 42).

Dapat saya tegaskan bahwa setiap ayat yang Anda baca, renungkan dan hafal itu dapat menciptakan perubahan dalam hidup Anda! Bagaimana dengan orang yang membaca dan menghafal seluruh Al-Qur’an? Tidak diragukan bahwa bacaan Al-Qur’an, perenungan, dan penyimakan dengan khusyuk itu dapat merekonstruksi kepribadian seseorang, karena Al-Qur’an mengandung berbagai prinsip dan dasar-dasar yang solid bagi caracter building.

Saya akan menyampaikan pengalaman sederhana tentang sejauh mana pengaruh Al-Qur’an terhadap kepribadian seseorang, bahkan satu ayat saja! Saya pernah membaca firman Allah: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah [2]: 216) Dalam hati saya berkata, ayat ini pasti mengandung sebuah hukum pasti yang memberi kebahagiaan bagi orang yang mengimplemensikannya dalam hidup.

Sebelum membaca ayat ini, saya sedang merasa sedih karena mengalami suatu musibah, atau merasakan ketakutan terhadap masa depan, karena saya sedang mencemaskan suatu hal.


Setelah merenungkan ayat ini dalam waktu yang cukup lama, saya menyadari bahwa Allah telah menadirkan segala sesuatu, dan Dia tidak akan memilihkan untukku selain yang terbaik bagiku, karena Dia mengetahui masa depan, sedangkan saya tidak. Demikianlah, akhirnya saya memandang segala sesuatu dengan optimis, meskipun secara lahir menyedihkan. Saya selalu mengharapkan terjadinya hal baik, meskipun menurut perhitungan tidak demikian.
Allah telah menetapkan setiap hal yang akan terjadi padaku sejak usiaku 42 hari dalam kandungan. Lalu, untuk apa aku bersedih. Selama Allah mendengar dan mengatur alam semesta ini, untuk apa takut dan cemas? Karena Allah yang menakdirkan dan memilihkannya untukku, maka itu pasti baik, bermanfaat, dan memberi kebahagiaan.

Demikianlah, kepribadian saya berubah dari akarnya menjadi pribadi yang optimis dan bahagia, dan terbebas dari banyak masalah yang mungkin saja terjadi seandainya Allah tidak memberiku kesempatan untuk merenungkan ayat ini, memahami, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulannya, berpegang teguh pada Al-Qur’an dan menjaga tilawahna itu dapat berpengaruh positif terhadap kepribadian seseorang, meninggalkan sistem kekebalan dalam dirinya, melindunginya dari berbagai penyakit psikologis, membantunya untuk sukses dan mengambil keputusan-keputusan yang sulit. Jadi, Al-Qur’an adalah jalan Anda untuk menjadi kreatif, memimpin, bahagia dan sukses!





Untaian Tafakur





Sahabatku yang indah, jika saja dihari ini ada jiwa yang tengah menggigil digigit sunyi maka izinkanlah sejenak saja deretan kata sederhanaku mengetuk hati dan mengalir memasuki jiwamu, menggugah dan mengalihkan keluhan yang sempat terlintas dilangit hatinya dan mengubahnya menjado untaian syukur, agar kita senantiasa berada dalam ridho-Nya Allah.

Semoga menjadi cahaya kecil yang menerobos gelapnya gua prasangka, menjadi lentera yang menuntun, mengarahkan, untuk segera keluar dari lorong kegelisahan, memperbaharui niat dan menemui kembali hari ini yang indah. Semoga menyentuhmu meski seruan ini hanya seperti cahaya lilin kecil di tebing yang curam,.

Wahai jiwa jiwa yang tenang..
Jangan ‘kesendirian’ membuatmu khawatir tentang apa yang difikirkan orang lain tentang pilihanmu. Segera perbaharui lagi niatmu, teguhkan kembali dan katakanlah bahwa kesendirian itu adalah cerminan ketangguhan..dan kemenangan dalam memerangi gelora nafsu didadamu..

Katakan dengan lantang “Aku bahagia melihat iblis tidak lagi memiliki celah untuk menjerumuskanku..”

Agar kamu bahagia dalam kesendirianmu,
Sebelum pilihan Allah menemuimu diujung yang pasti nanti.

Agar kesendirian itu tidak sia sia..
Tidak kosong, Agar kesendirian itu penuh makna, dalam rangka terus mendekatkan diri kepada Allah yang telah menebarkan cinta Nya di hati hati manusia, dalam gerimis dan kabut kabut yang dihembus awan awan.





Pahamilah,
Jika rasa dan kekecewaan yang membelit jiwamu itu masih berbekas dan menindih logikamu, segera maafkan dan relakan. Itulah cinta yang salah, Cinta yang sesungguhnya tidak akan membutakanmu, tidak akan membuat telingamu tuli. Tidak, tidak akan pernah. Itu hanya cinta yang salah, maafkanlah dan relakanlah.

Cinta sejati adalah Cinta yg senantiasa bersahutan, berderu deru dalam gemuruh ombak, beriak digelisah lautan, diam dalam ketenangan ikan ikan. Indah dalam kesedihan, Nikmat dalam kekecewaan dan tidak mati dengan kematian.

Cinta yang akan tetap indah, dan berbalas meski terbagi miliyaran angka tak terbatas semesta.. Itulah Cinta Allah, arahkan cinta kita untuk meraih Cinta-Nya.

Aku tahu, sendiri itu tidaklah seindah syair syair yang kulukis.
Ada cerita tersembunyi dalam kesendirian yang tak sesiapapun mengingkari, ada iri, ada euphoria dan khawatir.

Aku tidak menyalahkanmu, aku hanya ingin menawarkan sebuah obat untuk kekecewaan itu. Obat sederhana; yang mungkin bosan ditelingamu. Iyah, kita sering mendengar “Ikhlaskanlah..”, tapi telinga kita tuli, tidak mendengar atau sedikit saja memahami.

Ketahuilah, Allah telah menyediakan sepenggal kata ini untuk kita pahami; teraphi ikhlas ini cocok untuk segala situasi dan kondisi, hanya saja obat ini sangat berharga dan disediakan hanya bagi mereka yang berfikir; Ikhlas adalah obat yang sangat tepat bagi semua macam bentuk penyakit yang mengguncang tubuh maupun jiwa termasuk kegagalan dan segala bentuk kekecewaan, Bahkan kematian..

Maafkanlah, relakanlah dan arahkan kembali cinta itu,
Karena belum tentu, saat cinta manusia yang kamu kagumi itu akan melahirkan kebahagiaan. Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika Allah mencintaimu

Rasulullah saw bersabda;

“Manakala Allah mencintai seseorang, Dia akan memanggil Jibril seraya berkata, ‘Aku mencintai si Fulan. Wahai Jibril cintai pula dia’. Jibril pun mencintai orang itu dan mengumumkannya kepada semua penduduk langit. Allah mencintai si Fulan, maka cintai pula dia oleh kalian semua,’ maka semua penduduk langit mencintai orang itu, dan kemudian dia memperoleh kesenangan-kesenangan dari penduduk bumi’”. (HR Bukhari | dari Abu Hurairah ra)

Dari kesemua itu, Pesanku adalah.
Jangan sampai kesendirianmu membuatmu bersedih atau khawatir, padahal kamulah orang orang yang benar dan berhati hati dalam mengaruhi masa masa muda ini.

Ingatlah janji Allah ta’ala dalam Firman-Nya:

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. (Al Ahzab 35)



http://www.facebook.com/notes/majelis-tausiah-para-kyai-ustadz-indonesia/untaian-tafakur/10150204553643293




Harta Dibalik IstIghfar [ UST. ABU HANIFAH ]





Amalan Yg Menghasilkan Reward dan Paling jelas disebut, soal "Harta" adalah Istighfar, dalam Ayat Qur'an. Ya rewardnya "Harta,hujan" diantaranya.

Sedekah berfungsi sama, krna ia sbg karafat penebus kesalahan/dosa. Karenanya bbrp denda utk jenis amal tertentu, biasanya diikuti dgn harta (diyaat dsb)

Istighfar, mmohon ampunan, akan dosa. Dimana ia sbuah keberpalingan fungsi "mentuhankan" Allah, dgn berpaling kpdd tuhan lain (dosa), intinya disana.

Jadi bila hatinya serius istighfar, meresapi dgn penddalaman menyesal pernah mentuhankan hawa nafsunya, dan ia bertekad kembali membersihkan hatinya dari "Ilah-ilah" lain, dgn usaha tekad serius, Insya Allaah.

Allah SWT Berfirman:
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta" (Nuh 10-12)

Astaghfirullaah al 'adzhiim alladzii laa ilaaha illahuwal Hayyul Qoyyuumu wa atuubu ilaihi

Istighfar diatas, pas dengan memohon ampunan agar balik ke tauhid, mentauhidkan ibadah disemua kehidupan
Hanya besarin Allah saja. Adanya Al Hayyu Al Qoyyuum, jd teringat  asmaul hUsna yang terdapat pada "ayat Kursi" dan setelah ayat kursi apa?..penegasan, pengingkaran thogut dan menyembah Allah. Laa ikroha fiddieen..dst Ada kaitan kali ya.. :)

Istighfar diatas, baca sekuat semampu mungkin saat sujud akhir, disholat sunnah, diulang dgn ikhlas..rasakan ketdk kuatan kita mnahan dosa tanpa pertolongan-Nya..Insya Allah apalagi sampai nangis dan sendirian, sangat dahsyat dihati

Kenapa ada harta? Bila kita "bertekad istighfar agar" semua tuhan selain Allah dihati kita bersih, hanya ada Allah dihati, konsekuensi dgn syari'atnya diutamain/dibelain, maka Allah lebih percaya ksh kita dunia + plus petunjuk

Soal Derma kafir pun dibalas tp no tauhid, ilmu itu yahudi tau, tapi ya dibalasnya krn "istidrad" aja. Suatu nikmat tapi plus sgala "hukum" kekurangan2 didunia,dan akhirnya- kebinasaan.

Andai Kita sibuk taubat, istighfar, sibuk nyari selamat di akhirat.. Sampai istighfarnya "Unlimited", matanya bengkak..

Andai kita Bersungguh2 besarin allah, bersungguh2 ikuti Sunnah, hgga denger ayat nangis, denger nama Allah, pingsan saking takutnya..........Cemburu dgn penginkaran tdhp Allah dan Risalah-Nya sbg bukti cinta...
Andai kita bisa cuma liat pohon aja nangis, karena inget Allah..dan alam ciptaan-Nya
(Wah Spertinya walau sedikit harta, tapi berasa dunia dah kepegang ya :) kalo nyampe spt itu..)

Allah SWT Berfirman:
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta" (Nuh 10-12)










Dunia Yang Menyilaukan [ KAJIAN ]





Dunia, memang sebuah tempat yang seringkali melalaikan bagi siapa saja. Dunia tidak akan pandang bulu untuk menjadikan siapapun korban kefanaannya. Bisa seorang pemabuk, bisa seorang pelajar, bisa seorang polisi, bahkan seorang ulama pun bisa menjadi hamba dunia.
Sungguh dunia ini merupakan kumpulan perhiasan yang bisa melenakan manusia dari tujuan asalnya. Perhiasan itu bisa berupa harta, pangkat dan bahkan wanita.

Di zaman era globalisasi ini atau lebih pantas disebut zaman edan, orang-orang benar-benar sudah dipengaruhi oleh hal-hal tersebut. Seolah tiada tujuan yang lebih agung dari itu, manusia hingga mati-matian ingin mendapatkan perhiasan-perhiasan dunia itu. Mereka rela kerja siang sampe malam dari malem sampe siang lagi untuk mendapatkannya. Dan tidak jarang hingga melalaikan kewajiban mereka untuk beribadah hanya karena Allah semata.
Kalau mau jujur manusia saat ini -dan mungkin termasuk kita- hidupnya tidak memiliki tujuan hidup yang mulia, manusia kini hidup hanya untuk gaya hidup dan hidup gaya. Apakah manusia sudah lupa tujuan hidup yang sesungguhnya, seperti yang difirmankan Allah SWT.

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz Dzaariyaat [51] : 56)

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia." (HR. Ahmad No. 8493)


Berdasarkan hadits ini berarti kita dapat simpulkan bahwa seseorang yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat atau mengaku muslim haruslah bersikap sangat waspada ketika ia menjalani era penuh fitnah di Akhir Zaman. Ia harus memahami bahwa bentuk pelanggaran terhadap Allah dapat berakibat kepada dua macam akibat. Pertama, ada yang berakibat seseorang menjadi berdosa, namun di mata Allah dosanya itu tidak menyebabkan dirinya keluar dari Islam. Artinya Allah masih tetap mengakui eksistensi iman pelaku dosa tersebut. Ia masih tetap dipandang sebagai seorang muslim atau seorang yang beriman.

Di dalam kitabnya berjudul Dhawabith At-Takfir ‘inda Ahlis-Sunnah wa Al-Jama’ah, Mas’ud bin Faisol menguraikan sembilan Pembatal Keimanan yang disepakati oleh para ulama:
  1. Sombong dan menolak beribadah kepada Allah subhaanahu wa ta’ala, walaupun membenarkan dan mengakui kebenaran Islam
  2. Syirik dalam beribadah kepada Allah subhaanahu wa ta’ala
  3. Membuat perantara dalam beribadah kepada Allah subhaanahu wa ta’ala dan meminta pertolongan kepada selain Allah subhaanahu wa ta’ala
  4. Mendustakan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam atau membenci sesuatu yang beliau bawa walaupun ia melakukannya
  5. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik atau ragu terhadap kekafiran mereka atau membenarkan mazhab (faham/keyakinan) mereka
  6. Memperolok-olok Allah subhaanahu wa ta’ala, Al-Qur’an, Al-Islam, pahala dan siksa, dan yang sejenisnya, atau mengolok-olok Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam atau salah seorang Nabi‘alaihimus-salam, baik ketika bergurau ataupun sungguhan
  7. Membantu orang musyrik atau menolong mereka untuk memusuhi orang Islam
  8. Meyakini bahwa ada sebagian orang yang boleh keluar dari ajaran Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak wajib mengikuti ajaran beliau
  9. Meyakini ada petunjuk yang lebih sempurna daripada petunjuk Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallamatau meyakini ada hukum yang lebih baik daripada hukum beliau yang berlandaskan syariat Allah subhaanahu wa ta’ala

Kita semua berlindung kepada Allah dari perbuatan dosa, baik yang menyebabkan diri kita dipandang “sekadar” bermaksiat kepada Allah, apalagi yang sampai menyebabkan diri kita tidak lagi dipandang Allah masih merupakan seorang beriman. Na’udzubillahi min dzaalika.

Dalam hadits tersebut digambarkan bahwa suatu ketika di masa yang akan datang bakal muncul para pemimpin yang dikenal di tengah masyarakat namun tidak disetujui karena sikap dan perilakunya yang zalim dan fasiq. Kemudian Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memberi tahu kita bagaimana sikap yang semestinya ditegakkan bila para pemimpin seperti itu muncul. Untuk lebih jelasnya inilah tex hadits itu secara lengkap:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَتَكُونُ أُمَرَاءُ
فَتَعْرِفُونَ وَتُنْكِرُونَ فَمَنْ عَرَفَ بَرِئَ وَمَنْ أَنْكَرَ سَلِمَ
وَلَكِنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ قَالُوا أَفَلَا نُقَاتِلُهُمْ قَالَ لَا مَا صَلَّوْا

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Akan muncul pemimpin-pemimpin yang kalian kenal, tetapi kalian tidak menyetujuinya. Orang yang membencinya akan terbebaskan (dari tanggungan dosa). Orang yang tidak menyetujuinya akan selamat. Orang yang rela dan mematuhinya tidak terbebaskan(dari tanggungan dosa).” Mereka bertanya: ”Apakah kami perangi mereka?” Nabishollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Tidak, selagi mereka masih sholat.” (HR Muslim 3445)

Dengan jelas Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyatakan bahwa orang yang membenci para pemimpin yang zalim dan fasiq itu akan terbebaskan dari tanggungan dosa. Orang yang tidak menyetujui mereka akan selamat. Berarti hadits ini menegaskan sikap yang semestinya dimiliki seorang mukmin ketika berhadapan dengan pemimpin yang memiliki penyimpangan akhlak. Berbeda sekali dengan anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwa di dalam ajaran Islam bagaimanapun perilaku seorang pemimpin ummat harus tetap mematuhinya dan menganggapnya sebagai ulil amri minkum (pemegang urusan di kalangan orang-orang beriman).

Saudaraku, permasalahan kita ummat Islam dewasa ini adalah bahwa bukan saja negeri-negeri Islam dipimpin oleh sebagian besar pemimpin yang berkepribadian zalim dan fasiq, tetapi sudah jelas mereka tidak menegakkan sistem kekhalifahan dan bahkan nyata benar bahwa kaedah-kaedah Islam telah banyak yang dirubah, baik oleh sang pemimpin tertinggi maupun oleh kepemimpinan kolektif kolaborasi lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Untuk membuktikan kebenaran sinyalemen di atas tidaklah sulit. Karena dalam realitas keseharian terlalu banyak contoh kasus yang membenarkannya daripada membantahnya. Sungguh benarlah kita dewasa ini sedang menjalani masa fitnah sebagaimana telah disinyalir Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam.

بَادِرُوا فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي
كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersegeralah beramal sebelum datangnya fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki diwaktu pagi masih mukmin dan diwaktu sore telah kafir, dan diwaktu sore masih beriman dan paginya sudah menjadi kafir, ia menjual agamanya demi kesenangan dunia.“(HR Ahmad 8493)

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا
وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

"Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir". (QS Al-Baqarah 250)







http://www.facebook.com/notes/majelis-tausiah-para-kyai-ustadz-indonesia/dunia-yang-menyilaukan-kajian-/10150354694738293




RAHMAT ALLAH BAGI YANG BERJILBAB





Banyak syubhat di lontarkan kepada kaum muslimah yang ingin berjilbab. Syubhat yang ‘ngetrend’ dan biasa kita dengar adalah ”Buat apa berjilbab kalau hati kita belum siap, belum bersih, masih suka ‘ngerumpi’ berbuat maksiat dan dosa-dosa lainnya, percuma dong pake jilbab! Yang penting kan hati! lalu tercenunglah saudari kita ini membenarkan pendapat kawannya.

Syubhat lainnya lagi adalah ”Liat tuh kan ada hadits yang berbunyi: Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk(rupa) kalian tapi Allah melihat pada hati kalian..!. Jadi yang wajib adalah hati, menghijabi hati kalau hati kita baik maka baik pula keislaman kita walau kita tidak berkerudung!. Benarkah demikian ya ukhti,, ??

Saudariku muslimah semoga Allah merahmatimu, siapapun yang berfikiran dan berpendapat demikian maka wajiblah baginya untuk bertaubat kepada Allah Ta’ala memohon ampun atas kejahilannya dalam memahami syariat yang mulia ini. Jika agama hanya berlandaskan pada akal dan perasaan maka rusaklah agama ini. Bila agama hanya didasarkan kepada orang-orang yang hatinya baik dan suci, maka tengoklah disekitar kita ada orang-orang yang beragama Nasrani, Hindu atau Budha dan orang kafir lainnya liatlah dengan seksama ada diantara mereka yang sangat baik hatinya, lemah lembut, dermawan, bijaksana. Apakah anda setuju untuk mengatakan mereka adalah muslim? Tentu akal anda akan mengatakan “tentu tidak! karena mereka tidak mengucapkan syahadatain, mereka tidak memeluk islam, perbuatan mereka menunjukkan mereka bukan orang islam. Tentu anda akan sependapat dengan saya bahwa kita menghukumi seseorang berdasarkan perbuatan yang nampak(zahir) dalam diri orang itu.

Lalu bagaimana pendapatmu ketika anda melihat seorang wanita di jalan berjalan tanpa jilbab, apakah anda bisa menebak wanita itu muslimah ataukah tidak? Sulit untuk menduga jawabannya karena secara lahir (dzahir) ia sama dengan wanita non muslimah lainnya.Ada kaidah ushul fiqih yang mengatakan “alhukmu ala dzawahir amma al bawathin fahukmuhu “ala llah’ artinya hukum itu dilandaskan atas sesuatu yang nampak adapun yang batin hukumnya adalah terserah Allah.






Rasanya tidak ada yang bisa menyangsikan kesucian hati ummahatul mukminin (istri-istri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam) begitupula istri-istri sahabat nabi yang mulia (shahabiyaat). Mereka adalah wanita yang paling baik hatinya, paling bersih, paling suci dan mulia. Tapi mengapa ketika ayat hijab turun agar mereka berjilbab dengan sempurna (lihat QS: 24 ayat 31 dan QS: 33 ayat 59) tak ada satupun riwayat termaktub mereka menolak perintah Allah Ta’ala. Justru yang kita dapati mereka merobek tirai mereka lalu mereka jadikan kerudung sebagai bukti ketaatan mereka. Apa yang ingin anda katakan? Sedangkan mengenai hadits diatas, banyak diantara saudara kita yang tidak mengetahui bahwa hadits diatas ada sambungannya.

Lengkapnya adalah sebagai berikut:
“Dari Abu Hurairah, Abdurrahman bin Sakhr radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk tubuh-tubuh kalian dan tidak juga kepada bentuk rupa-rupa kalian, tetapi Dia melihat hati-hati kalian “(HR. Muslim 2564/33).

Hadits diatas ada sambungannya yaitu pada nomor hadits 34 sebagai berikut:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa kalian dan juga harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan perbuatan kalian. (HR.Muslim 2564/34).

Semua adalah seiring dan sejalan, hati dan amal. Apabila hanya hati yang diutamakan niscaya akan hilanglah sebagian syariat yang mulia ini. Tentu kaum muslimin tidak perlu bersusah payah menunaikan shalat 5 waktu, berpuasa dibulan Ramadhan, membayar dzakat dan sedekah atau bersusah payah menghabiskan harta dan tenaga untuk menunaikan ibadah haji ketanah suci Mekah atau amal ibadah lainnya. Tentu para sahabat tidak akan berlomba-lomba dalam beramal (beribadah) cukup mengandalkan hati saja, toh mereka adalah sebaik-baik manusia diatas muka bumi ini. Akan tetapi justru sebaliknya mereka adalah orang yang sangat giat beramal tengoklah satu kisah indah diantara kisah-kisah indah lainnya.

Urwah bin Zubair Radhiyallahu anhu misalnya, Ayahnya adalah Zubair bin Awwam, Ibunya adalah Asma binti Abu Bakar, Kakeknya Urwah adalah Abu Bakar Ash-Shidik, bibinya adalah Aisyah Radhiyallahu anha istri Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Urwah lahir dari nasab dan keturunan yang mulia jangan ditanya tentang hatinya, ia adalah orang yang paling lembut hatinya toh masih bersusah payah giat beramal, bersedekah dan ketika shalat ia bagaikan sebatang pohon yang tegak tidak bergeming karena lamanya ia berdiri ketika shalat. Aduhai,..betapa lalainya kita ini,..banyak memanjangkan angan-angan dan harapan padahal hati kita tentu sangat jauh suci dan mulianya dibandingkan dengan generasi pendahulu kita.








FITNAH DAJJAL MENIPU DUNIA





             Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengatakan bahwa, " Seorang pria akan muncul setelah umat Islam menaklukkan kota Roma, yang bernama Konstantinopel. Awalnya dia akan terlihat seperti raja yang kejam, kemudian dia akan mengaku sebagai nabi dan akhirnya, dia akan mengaku sebagai tuhan". Bagian pertama dari ucapan Nabi tersebut telah terjadi. Konstantinopel telah dilaklukkan dan berganti nama menjadi Istambul. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kemudian menambahkan bahwa pembohong ini akan mulai menaklukan dunia. Negara demi negara,  benteng demi benteng, wilayah demi wilayah, kota demi kota dan tidak ada tempat yang bisa lolos, kecuali dua kota suci MEKKAH dan MADINAH.


 Dia akan memiliki kekuatan untuk memberikan perintah kepada langit untuk menurunkan hujan  ke bumi, dan itu akan menghasilkan panen, dia akan mengajak kepada agama palsu, dan membawa sesuatu yang menyerupai surga dan neraka. Tapi yang menyerupai surga pada  keyataanya adalah neraka dan yang menyerupai neraka pada kenyataannya adalah surga.

Dia adalah DAJJAL, yang berarti penipu ulung, dan dia akan terlahir dengan satu mata, dan TUHAN kalian tidaklah bermata satu..!! Juga diketahui sebelum kemunculan Dajjal, sekelompok orang akan menghamparkan jalan, meletakkan sistem, mempersiapkan dunia untuk kedatangannya, dan dengan kata lain mereka adalah pengikut Dajjal, dan sistem mereka akan memuat semua karakteristik dari Dajjal, dan pembuka jalan untuk Dajjal ini tak lain adalah FREEMASON..!!

Mata satu adalah salah satu cara untuk mengenali Dajjal, dan mata satu adalah simbol dari Freemason, itu adalah bagian dari kepercayaan mereka dan diambil dari mitologi Mesir kuno. Dalam ideologi mereka, ini merupakan makhluk tertinggi, kadang disebut sebagai Arsitektur  Agung Alam Semesta.






Saat ini Freemason mempersembahkan ilmu sihir jenis lainnya. Bentuk ilusi yang mereka ciptakan mengambil bentuk pesan propaganda yang tersembuyi ataupun terbuka di dalam film, TV, kartun, musik dan roda penggerak lainnya dan telah bekerja dengan baik. Dan mesin media yang sama inilah, yang secara terus menerus memfitnah dan menghancurkan karakter Islam, bentuk pertukaran lain kepada Dajjal.

Dajjal adalah penindas bagi semua orang yang tidak mengikutinya, dia akan mempunyai kekuatan untuk meningkatkan hasil panen atau menghancurkannya, tergantung dari apakah orang-orang itu mengikutinya. Sama seperti Freemasonik Barat yang melalui Bank Dunia yang menguasai negara-negara dunia ketiga. Pemberian hutang pembangunan IMF, sering digunakan untuk menjerat bangsa-bangsa dengan bunga yang tak terjangkau membuat mereka tetap berada dalam jeratan. Mereka dipaksa untuk menyerah, atau menghadapi keruntuhan ekonomi dan kemiskinan yang parah.



Selain dari minyak yang menjadi incaran di wilayah timur tengah, hal penting lainnya yang harus dilakukan oleh para Mason adalah memastikan penempatan Pangkalan Militer di sejumlah titik strategi wilayah Semenanjung Arab tersebut. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan pengamanan bagi bangkitnya pemimpin mereka. Dajjal....!! maka  pangkalan militer Amerika telah dibangun di negara tersebut, menjadikan jalan bagi penghancuran Islam akan semakin mudah bagi para Masonik.

Tetapi seperti yang dikatakan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, kota Mekkah dan Madinah tidak akan pernah bisa ditaklukan oleh tentara sehebat manapun dari pasukan Dajjal tersebut. Mereka boleh saja mempunyai rencana yang hebat. Tetapi Allah juga mempunyai rencana, dan sebaik-baiknya rencana adalah rencana Allah. Pada akhirnya Islam-lah yang akan keluar sebagai pemenang









Kamis, 22 November 2012

How I Came To Love The Veil



Yvonne Ridley adalah editor politik Islam Channel TV di London dan rekan penulis
dari "Di Tangan Taliban: Cerita Luar Biasa nya" (Robson Buku).
Diposkan oleh Arsath di 08:05








Aku digunakan untuk melihat wanita berkerudung sebagai tenang, makhluk tertindas - sampai saya ditangkap oleh Taliban. Pada bulan September 2001, hanya 15 hari setelah serangan teroris di Amerika Serikat, aku menyelinap ke Afghanistan, dibalut dalam head-to-toe biru burqa, berniat untuk menulis rekening koran hidup di bawah rezim yang represif. Sebaliknya, saya ditemukan, ditangkap dan ditahan selama 10 hari. Aku meludah dan memaki para penangkapnya saya, mereka menyebut saya "buruk" wanita tapi biarkan aku pergi setelah saya berjanji untuk membaca Quran dan mempelajari Islam. (Terus terang, saya tidak yakin yang lebih bahagia ketika saya dibebaskan - mereka atau I.)

Kembali ke rumah di London, aku terus kata-kata saya tentang belajar Islam - dan kagum dengan apa yang saya temukan. Aku sudah menduga bab Quran tentang cara untuk mengalahkan istri Anda dan menindas putri Anda, melainkan, saya menemukan bagian-bagian mempromosikan pembebasan perempuan. Dua-dan-a-setengah tahun setelah penangkapan saya, saya masuk Islam, memprovokasi campuran heran, kekecewaan dan dorongan di antara teman-teman dan kerabat.

Sekarang, itu dengan jijik dan cemas bahwa saya menonton di sini di Inggris sebagai mantan sekretaris asing Jack Straw menggambarkan nikab Muslim - sebuah cadar yang mengungkapkan hanya mata - sebagai penghalang tidak diinginkan untuk integrasi, dengan Perdana Menteri Tony Blair, penulis Salman Rushdie dan bahkan Perdana Menteri Italia Romano Prodi melompat untuk pembelaannya.

Setelah berada di kedua sisi jilbab, saya dapat memberitahu Anda bahwa politisi laki-laki yang paling Barat dan wartawan yang meratapi penindasan perempuan di dunia Islam tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Mereka bercerita tentang jilbab, pengantin anak, sunat perempuan, pembunuhan demi kehormatan dan perkawinan paksa, dan mereka salah menyalahkan Islam untuk semua ini - kesombongan mereka hanya dilampaui oleh ketidaktahuan mereka.

Isu-isu budaya dan adat istiadat tidak ada hubungannya dengan Islam. Yang cermat membaca Alquran menunjukkan bahwa hampir segala sesuatu yang feminis Barat berjuang dalam tahun 1970-an yang tersedia untuk perempuan Muslim 1.400 tahun yang lalu. Wanita dalam Islam dianggap sama dengan laki-laki dalam spiritualitas, pendidikan dan layak, dan hadiah seorang wanita untuk melahirkan dan membesarkan anak dianggap sebagai atribut yang positif.

Ketika Islam menawarkan wanita begitu banyak, mengapa orang-orang Barat begitu terobsesi dengan pakaian perempuan Muslim? Bahkan pemerintah Inggris menteri Gordon Brown dan John Reid telah membuat meremehkan komentar tentang nikab - dan mereka berasal dari seberang perbatasan Skotlandia, di mana pria memakai rok.
Ketika saya masuk Islam dan mulai mengenakan jilbab, akibatnya sangat besar. Yang saya lakukan adalah menutupi kepala dan rambut saya - tetapi saya langsung menjadi warga negara kelas dua. Aku tahu aku akan mendengar dari Islamophobia yang aneh, tapi saya tidak mengharapkan permusuhan terbuka sehingga banyak dari orang asing. Taksi melewati saya di malam hari, mereka "untuk menyewa" lampu menyala. Satu sopir taksi, setelah mengantar seorang penumpang putih tepat di depan saya, memelototiku ketika saya mengetuk jendela, kemudian melaju pergi. Yang lain berkata, "Jangan biarkan bom di kursi belakang" dan bertanya, "bersembunyi bin Laden Dimana?"

Ya, itu adalah kewajiban agama bagi wanita Muslim untuk berpakaian sopan, namun sebagian besar perempuan Muslim saya tahu seperti memakai jilbab, yang meninggalkan wajah ditemukan, meskipun beberapa lebih memilih nikab tersebut. Ini adalah pernyataan pribadi: gaun saya memberitahu Anda bahwa saya seorang Muslim dan saya mengharapkan untuk diperlakukan dengan hormat, sebanyak bankir Wall Street akan mengatakan bahwa setelan bisnis mendefinisikan dirinya sebagai eksekutif dianggap serius. Dan, terutama di kalangan mengkonversi ke iman seperti saya, perhatian pria yang menghadapi wanita dengan pantas, perilaku mengerling tidak ditoleransi.

Saya adalah seorang feminis Barat selama bertahun-tahun, tapi aku sudah menemukan bahwa feminis Muslim yang lebih radikal daripada rekan-rekan sekuler mereka. Kami membenci orang kontes kecantikan yang mengerikan, dan berusaha berhenti tertawa pada tahun 2003 ketika hakim dari kompetisi Miss Earth memuji munculnya berbikini Nona Afghanistan, Vida Samadzai, sebagai lompatan raksasa untuk pembebasan perempuan. Mereka bahkan memberi Samadzai penghargaan khusus untuk "mewakili kemenangan hak-hak perempuan."

Beberapa feminis Muslim muda menganggap jilbab dan simbol-simbol politik nikab, juga cara menolak ekses Barat seperti pesta minuman keras, seks bebas dan penggunaan narkoba. Apa yang lebih membebaskan: dihakimi pada panjang rok dan ukuran payudara Anda pembedahan ditingkatkan, atau dihakimi pada karakter Anda dan kecerdasan? Dalam Islam, keunggulan dicapai melalui kesalehan - bukan kecantikan, kekayaan, kekuasaan, posisi atau seks.

Aku tidak tahu apakah menjerit atau tertawa ketika Italia Prodi bergabung perdebatan pekan lalu dengan menyatakan bahwa itu adalah "akal sehat" untuk tidak mengenakan nikab karena membuat hubungan sosial "lebih sulit." Omong kosong. Jika hal ini terjadi, maka mengapa ponsel, sambungan telepon, e-mail, pesan teks, dan mesin faks yang digunakan sehari-hari? Dan tidak ada yang nonaktif radio karena mereka tidak dapat melihat wajah presenter.

Dalam Islam, saya dihormati. Ini memberitahu saya bahwa saya memiliki hak untuk pendidikan dan itu adalah tugas saya untuk mencari pengetahuan, terlepas dari apakah saya lajang atau sudah menikah. Tidak ditemukan dalam kerangka Islam kita diberitahu bahwa wanita harus mencuci, membersihkan atau memasak untuk pria. Adapun cara pria Muslim diijinkan untuk memukul istri mereka - itu sama sekali tidak benar.

Kritik Islam akan mengutip ayat-ayat Alquran acak atau hadits, tapi biasanya di luar konteks. Jika seorang pria tidak meningkatkan jari terhadap istrinya, ia tidak diperbolehkan untuk meninggalkan bekas di tubuhnya, yang merupakan cara Alquran mengatakan, "Jangan memukuli istri Anda, bodoh."

Bukan hanya pria Muslim yang harus mengevaluasi kembali tempat dan perlakuan terhadap perempuan. Menurut Nasional baru-baru Hotline Kekerasan Dalam Rumah Tangga survei, 4 juta wanita Amerika mengalami serangan serius oleh pasangan selama periode 12 bulan rata-rata. Lebih dari tiga wanita dibunuh oleh suami dan pacar setiap hari - yang hampir 5.500 sejak 9/11.

Pria kekerasan tidak datang dari setiap kategori agama atau budaya tertentu, satu dari tiga wanita di seluruh dunia telah dipukuli, dipaksa melakukan hubungan seks atau disiksa selama hidupnya, menurut survei hotline. Ini adalah masalah global yang melampaui agama, kekayaan, kelas, ras dan budaya.

Tetapi juga benar bahwa di Barat, orang-orang masih percaya bahwa mereka lebih unggul dari perempuan, meskipun protes sebaliknya. Mereka masih menerima baik membayar untuk pekerjaan yang sama - baik dalam ruang surat atau ruang rapat - dan perempuan masih diperlakukan sebagai komoditas seksual yang kekuasaan dan pengaruh aliran langsung dari penampilan mereka.

Dan bagi mereka yang masih berusaha untuk mengklaim bahwa Islam menindas perempuan, mengingat pernyataan dari 1992 Rev Pat Robertson, menawarkan pandangannya tentang perempuan diberdayakan: Feminisme adalah "sosialis, anti-keluarga gerakan politik yang mendorong wanita untuk meninggalkan suami mereka , membunuh anak-anak mereka, ilmu sihir praktek, menghancurkan kapitalisme, dan menjadi lesbian. "
Sekarang Anda memberitahu saya yang beradab dan siapa yang tidak.







Yvonne Ridley, Washington post - London, USA
Monday, October 23, 2006